Tempat Wisata Angker di Yogyakarta



Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa. Kota ini penuh dengan keistimewaan dan ragam budaya. Daya tarik wisatanya membuat banyak orang yang berkunjung kesana. Sejumlah tempat di jogja menjadi tujuan wisata sebagian besar masyarakat Indonesia. Kota ini tidak hanya terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, tapi juga mancanegara.

Mayoritas masyarakat Jogja yang masih memegang teguh tradisi Jawa juga memiliki daya tarik tersendiri. Akibatnya ada banyak tempat yang tersebar di jogja beserta ribuan mitos-mitos yang hidup di dalamnya. Bahkan akibat mitos tersebut, ada beberapa tempat wisata yang kemudian dikenal dengan keangkerannya. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan minat wisatawan untuk berkunjung kesana. Berikut ini adalah ulasan tempat-tempat wisata yang terkenal angker di Yogyakarta.

1. Pantai Selatan Yogyakarta
Tempat wisata pertama yang terkenal dengan keangkerannya di kota Yogyakarta adalah Pantai Selatan. Konon pantai ini dihuni oleh makhluk jin yang dikuasai oleh Ratu Kidul. Kawasan pantai selatan yang dianggap angker adalah pantai Pantai Parangkusumo (Tempat labuhan Kraton Yogyakarta, dianggap sebagai pintu gerbang gaib keraton Laut Kidul), Pantai Parangtritis, Gua Langse (pertapaan).

Kabarnya, pantai ini telah menelan banyak korban karena terseret oleh ombak. Tidak cukup sampai di situ, ketika berada di pantai ini pun pengunjung dilarang untuk memakai baju yang berwarna hijau. Karena baju yang berwarna hijau merupakan warna favorit Sang Ratu Kidul. Hingga saat ini, legenda mengenai Kanjeng Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul adalah legenda yang paling spektakuler.

2. Pulung Gantung
Pulung gantung adalah sebuah tempat wisata yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Tempat wisata ini menyisakan banyak misteri, konon pulung tersebut adalah sebuah bola api yang bersinar dan selalu mengundang rasa ngeri.

Banyak warga yang percaya, apabila pulung tersebut muncul, maka itu merupakan pertanda pesan kematian (berwarna merang terang menyala) atau membawa kebaikan (berwarna putih biru kehijauan). Selain itu, misteri lainnya yang turut mengikuti pulung tersebut adalah daerah ini sering kali menjadi tempat terjadinya kasus bunuh diri tanpa alasan.

3. Gunung Merapi
Tempat wisata selanjutnya yang terkenal dengan keangkerannya selain Pantai Selatan adalah Gunung Merapi. Untuk mereka yang pernah mendaki gunung ini, pasti pernah mendengar mengenai pasar bubrah. Ya pasar tersebut merupakan pasar dari bangsa makhluk halus yang terlihat bagi mereka yang melamun di sana dan ketika tersadar barulah mereka mengetahui itu hanyalah sebuah hutan yang lebat.

Tidak cukup sampai di sana, kawasan Wutu Gubug di Gunung Merbabu juga merupakan gerbang untuk menuju kerajaan gaib. Tidak hanya itu, puncak Gunung Gede juga terkenal dengan keangkerannya karena di sana sering terdengar derapp kaki kuda atau terlihat istana gaib yang misterius. Untuk itu, setiap tahunnya Keraton Yogyakarta selalu mengadakan labuhan untuk menghormati penunggu gunung yang disebut Eyang Sapu Jagad.

4. Kaliurang
Kawasan Kaliurang berada di kaki gunung Merapi menjadi salah satu tempat angker yang tidak bisa dilepaskan dari kota Yogyakarta. Banyak warga yang percaya jika ada yang berfikir macam-macam saat di Kaliurang pasti akan menimbulkan kejadian buruk di belakangnya bagi yang melanggar.

Selain itu, di dekat bendungan kali kuning, Kaliurang terdapat kubangan di tengah-tengah yang dipercaya tidak boleh dipakai untuk mandi karena kubangan tersebut adalah tempat mandi penjaga ‘benteng’

5. Goa Jepang
Selain Kaliurang, tempat wisata yang angker di kaki Gunung Merapi adalah Goa Jepang. Goa ini terletak di antara teing-tebing curam. Pada zaman dahulu, goa ini menjadi lokasi penyembunyian sekaligus jalan pintas dan penyiksaan tawanan maupun prajurit perang. Dengan banyaknya korban yang meninggal di dalam goa tersebut dan ditambah lagi dengan suasana di dalamnya yang mencekam membuat banyak orang yang merasa takut. Tidak hanya itu, di tempat ini juga sering muncul penampakan, suara derap prajurit, sosok prajurit yang bersimbah darah, sampai dengan tangisan minta tolong.

6. Keraton Yogyakarta
Tempat wisata selanjutnya yang sering dikunjungi dan terkenal angker adalah Keraton Yogyakarta. Meskipun terlihat indah apabila berkunjung pada malam hari, namun suasa sunyi senyap akan membuat bangunan ini menjadi semakin sakral.

Salah satu kawasan yang dianggap misterius dari tempat ini berada di sekitar bangsal Proboyeksa di belakang bangsal Kencana. Tempat tersebut merupakan tempat penyimpanan pusakan keraton, dipercaya bahwa ada makhluk yang bukan manusia yang menjaga tempat tersebut. Keangkerannya bertambah karena di tempat ini sering terlihat penampakan sepasang mata raksasa.

7. Benteng Vredeburg
Benteng Vredeburg dibangun pada tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Pada zaman dahulu, benteng ini dipakai sebagai benteng pertahanan tentara VOC sekaligus sebagai tempat tahanan VIP atau bangsawan yang menentang bangsa Belanda.

Mitos angker tentang benteng ini adalah sering terdengarnya keberadaan Noni Belanda berkaki kuda yang kerap mengganngu pengunjung. Tidak hanya itu, Noni Belanda ini juga mengganggu tukang becak yang mangkal di depan benteng tersebut.

8. Ambarrukmo Plaza
Tempat terakhir yang dianggap angker di kota Gudeg ini adalah Ambarrukmi Plaza. Dahulunya tempat ini merupakan pesanggrahan peninggalan Sultan Hamengku Buwono VII yang di sana terdapat kebun buah, kandang kuda dan kolam yang dianggap suci. Mungkin karena dibangun di kawasan keramat, ada beberapa kisah horor yang sering terjadi di tempat ini.

Demikianlah ulasan mengenai 8 tempat wisata angker yang ada di kota Yogyakarta. Meskipun demikian, kota ini tetap saja ramai dikunjungi oleh wisatawan yang justru ingin merasakan sensasi keangkeran dari tempat-tempat wisata yang ada di sana. Bagi mereka, Jogja tempat saja menjadi kota yang istimewa.

Sumber: http://www.infophoria.com/2015/11/8-tempat-wisata-angker-di-yogyakarta.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tempat Wisata Angker di Yogyakarta"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.