7 Kisah Naas Pendaki di Gunung Everest



Banyak orang dari segala penjuru dunia ingin menaklukkan puncak Everest yang tingginya nggak ketulungan itu. Meski mereka tahu, jika pendakian untuk mencapai puncaknya bukanlah perkara yang mudah. Jalan terjal, cuaca yang dingin dan bersalju, serta badai yang tiba-tiba menerpa adalah tantangan maut yang harus mereka menangkan.

Entah sudah berapa puluh orang berhasil mencapai puncak sang atap dunia. Tapi banyak pula yang gagal dan kembali pulang, atau bahkan menemui ajalnya di sana. Yups, dibalik kokoh dan kerennya Everest, ternyata ada ‘wajah lain’ yang mungkin akan membuatmu berpikir dua sampai lima kali untuk mendakinya. Karena jika kita kalah dengan keadaan, maka kita akan menjadi bagian dari deretan foto ini.

1. Manusia bersepatu boot hijau itu bernama Tsewang Paljor
Ia adalah seorang polisi perbatasan yang mendaki Everest pada 1996. Namun pria ini ditemukan dalam keadaan berselimut salju dan tewas setelah mencoba berlindung dari dingin di goa ini.

2. Mati terduduk dalam pangkuan Everest
Pria bermantel biru ini bernama David Sharp. Ia memutuskan untuk beristirahat di tempat tersebut untuk berlindung dari badai, tapi justru membeku dan meregang nyawa dalam keadaan duduk seperti ini.

3. Jasad Hannelore Schmatz, perempuan yang menaklukkan gunung
Seorang pendaki perempuan pertama dari Jerman yang mencoba mencapai puncak Everest pada 1984. Namun karena kelelahan, Schmatz tewas dalam pelukan gunung tertinggi dunia itu, dalam keadaan bersandar setengah terduduk.

4. Perempuan yang berselimut bendera Amerika Serikat
Ini adalah jasad Francys Arsentiev, wanita berkebangsaan Amerika yang mendaki Atap Dunia bersama suaminya, Sergei. Wanita ini mencoba mencapai puncak tanpa bantuan oksigen dan sudah bisa diketahui bagaimana akhirnya.

5. George Mallory adalah nama tubuh tak berbentuk ini
Mallory menemui ajalnya pada pendakiannya yang ketiga setelah dua kali sukses mencapai puncak. Mallory tewas setelah terjatuh dari tebing. Jasadnya sudah tidak berbentuk lagi.

6. Kemenangan yang berakhir mengenaskan
Tewas setelah merayakan keberhasilannya mencapai puncak adalah hal yang terjadi pada Shriya Shah–Klorfine. Warga berkebangsaan Kanada ini, menemui ajalnya karena oksigen yang ia bawa telah habis.

7. ‘Aku tidak jadi pulang..’
Marko Lihteneker, salah satu nama mengalami masalah dengan masker oksigennya saat menuruni Everest pada tahun 2005 hingga ia menemui ajalnya.

Di balik memukaunya gunung Everest ternyata ada banyak jasad terabaikan yang bahkan untuk memakamkannya secara layak pun sangat sulit dilakukan. Bahaya selalu mengintai mereka yang tak benar-benar siap menghadapi ganasnya alam di atas atap dunia. Jadi, lebih berhati-hati, menyiapkan segala sesuatunya dengan benar, dan jangan meninggalkan tim adalah langkah yang tepat untuk memulai menaklukkan atap dunia.

Sumber: http://www.boombastis.com/kisah-naas-everest/69356

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 Kisah Naas Pendaki di Gunung Everest"

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.